Entah kenapa rintik senantiasa menemani setiap kali perjumpaan kita. Sampai terkadang aku tak percaya apa benar hujan ini takdirNya atau aku sendiri bisa menghadirkannya karena hadirmu di sampingku. Pernah di suatu siang yang cukup terik, kutunggu dirimu di serambi masjid kampus. Harapku bisa segera bertemu denganmu. Dari kejauhan kulihat dirimu berjalan dengan tenang. Kerudungmu berkibar diterpa angin, membuat pesonamu seakan terbang ke arahku. Kulayangkan pandangan padamu lalu terbersit dalam kalbu “Ya Allah, diakah jodohku?” Langkahmu semakin mendekat. Hatiku
terus berdebar tak menentu. Kau sapa diriku dan melayangkan lamunanku ke masa depan membayangkan mewahnya pesta pernikahan bersamamu. Aku segera tersadar bahwa terkadang impian itu utopis. Lagi-lagi aku masih belum menemukan alasan yang tepat kenapa aku masih saja mencintaimu sejauh ini meski sebelumnya aku tak pernah jatuh cinta sedalam ini pada seorang wanita. Tapi, bukankah cinta tak memerlukan alasan untuk menjelaskan