Tahun politik pun tak luput dari liputan
Tak sedikit pula bencana demi bencana merambah di republik
ini
Sinabung mengeluarkan lahar dan hujan pasirnya
Ibu kota dipenuhi air bah
Jalur Kediri Malang jalannya digerus banjir hebat
Dan ketika sebagian orang tidur nyenyak tadi malam
Tak dinyana dan tak dikira
Jelang tengah malam kelud pun ikut terbatuk
Mengeluarkan segenap isi bumi
Lahar, hujan pasir, juga hujan debu pun menyertainya
Sebagai anak bangsa yang bersimpati
Sudah layaknya kita senantiasa berdoa kepada Yang Maha Esa
Atas segala musibah dan bencana yang menimpa
Terbersit dalam hati dan jiwa
Ini salah siapa
Salahkah pemerintah yang tak lagi peduli
Salahkah pejabat yang hanya bisa berfoya-foya
Bisa jadi memang begitu
Tapi barangkali juga tidak
Terngiang lagu lama ketika aceh diguncang gempa dan tsunami
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Maka sudah saatnya kita tinggalkan maksiat dan tingkah dosa
Agar Tuhan tak lagi marah dan mengirim bala
Semoga saudara kita yang tertimpa bencana
Terutama kelud yang berguncang malam tadi
Tetap diberi keselamatan dan kesabaran
Sabarlah kawan, ini semua sudah kehendakNya
Tentu dibalik ini semua ada hikmahnya
Semoga kita selalu dapat mengambil pelajaran dari setiap
peristiwa yang menimpa